Mengelola Pemilu selama Pandemi COVID-19

Pertimbangan bagi para pembuat Kebijakan
504
This publication is only available in electronic format
Published: 
19 October 2020
Language: 
Bahasa Indonesia
Pages: 
10
Co-Publisher(s): 
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
Available Languages:

Di tengah tantangan luar biasa dan ketidakpastian yang berasal dari COVID-19, para pembuat keputusan berada di bawah tekanan yang meningkat untuk menentukan bagaimana mengelola dampak langsung pandemi, dan konsekuensi untuk, waktu dan tahapan pemilihan.

Keputusan ini tidak dapat dianggap enteng, karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan menentukan keadaan demokrasi di negara, negara bagian, atau teritori mereka selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pandemi COVID-19 dengan cepat menantang pemilu, menciptakan tuntutan yang baru dan mendesak tentang cara penanganannya. Ancaman kesehatan masyarakat yang utama terkait dengan pemilu muncul dari keharusan pemilih memberikan suara mereka secara langsung di TPS, yang biasanya dalam satu hari. Keharusan berkumpul di TPS dan mengurus perlengkapan pemungutan suara yang telah disentuh oleh banyak orang, sementara terkurung di tempat yang padat di mana menjaga jarak aman dari orang lain mungkin sulit tiba-tiba menjadi tantangan baru.

Dengan merancang solusi yang tepat waktu, tepat dan berkelanjutan, yang diambil dari pengalaman sendiri atau orang lain, kerangka demokrasi elektoral dapat diperkuat secara bertahap untuk menahan tekanan yang tidak semestinya.

Contents

1. Tantangan bagi demokrasi electoral

2. Dilema baru bagi pembuat keputusan

3. Pengaturan pemungutan suara khusus sebagai jaminan keselamatan publik

4. Menghadapi ‘kenormalan baru’ dalam mengelola pemilu setelah COVID-19?

Referensi

Related Content

Nov
18
2020
Voters in Des Moines precincts 43, 61 and 62 cast their ballots at Roosevelt High School. Image credit: Phil Roeder@flickr

Voters in Des Moines precincts 43, 61 and 62 cast their ballots at Roosevelt High School. Image credit: Phil Roeder@flickr

Commentary
Nov
16
2020
Image credit: International IDEA

Image credit: International IDEA

Commentary