Pendalaman Demokrasi: Strategi untuk Meningkatkan Integritas Pemilihan Umum di Seluruh Dunia

1,382
This publication is only available in electronic format
Published: 
19 January 2013
Language: 
Bahasa Indonesia
Pages: 
76
Co-Publisher(s): 
Kofi Annan Foundation

Sejak tahun 2000, semua kecuali 11 negara telah menyelenggarakan pemilu nasional.

Pemilu dapat memperpanjang demokrasi, pembangunan, hak asasi manusia dan keamanan, atau merusaknya, dan untuk alasan ini sendiri, mereka harus diberi perhatian dan prioritas. Lebih dari 50 negara telah menganut demokrasi dalam waktu 20 tahun terakhir dan kini berjuang untuk mengkonsolidasi pemerintahan yang demokratis. Resesi global dan ketidaksamaan bangkitnya ekonomi memberikan tekanan pada banyak demokrasi, termasuk demokrasi lama, demi menunjukkan bahwa mereka relevan bagi kepedulian dan kesejahteraan penduduk.

Ketika dilaksanakan dengan integritas, proses pemilu berada pada jantung kemampuan demokrasi untuk memberikan penyelesaian terhadap konflik secara damai. Kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan memerlukan debat, informasi, interaksi antar warga dan partisipasi yang berarti dalam pemerintahan mereka sendiri, semuanya yang berpotensi untuk mengubah pikiran warga negara dan mengizinkan pemerintah untuk mengambil keputusan yang otoriter. Pemilu berintegritas dapat memperdalam demokrasi dan meningkatkan pertimbangan publik serta penalaran tentang isu-isu yang menonjol dan cara untuk menyikapinya.

Contents

Anggota Komisi

Pendahuluan oleh Bpk. Kofi A. Annan, Ketua Komisi Global

Rangkuman Eksekutif dan Rekomendasi

1. Mengapa Pemilu Berintegritas Penting

2. Tantangan Utama Pemilu Berintegritas

3. Aksi Nasional untuk Pemilu Berintegritas

4. Aksi Internasional untuk Pemilu Berintegritas

5. Rekomendasi

Catatan Akhir

Singkatan

Ucapan Terima Kasih

Related Content

May
06
2021
A voter waits to enter a polling area to cast his ballot for Assembly of First Nations National Chief on July 25, 2018. THE CANADIAN PRESS/Darryl Dyck

A voter waits to enter a polling area to cast his ballot for Assembly of First Nations National Chief on July 25, 2018. THE CANADIAN PRESS/Darryl Dyck

Commentary