Panduan Penerapan Teknologi Pungut-Hitung di Pemilu

Buku Panduan untuk Indonesia
176
This publication is only available in electronic format
Published: 
16 June 2020
Language: 
Bahasa Indonesia
Pages: 
122
ISBN: 
978-602-74824-6-3 (Print)
Author(s): 
Heroik M. Pratama, Nurul Amalia Salabi
Co-Publisher(s): 
Perludem
Available Languages:

Pemilu dan teknologi menjadi satu keniscayaan yang tidak dapat dipisahkan hari ini.

Teknologi ditempatkan sebagai seperangkat instrumen teknis yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu dari pemilu seperti: efisiensi, efektivitas, sampai dengan menghasilkan proses dan hasil pemilu yang berkualitas dan berintegritas. Meski demikian, dalam prakteknya usulan penggunaan teknologi tidak dibarengi dengan persiapan dan kajian yang mendalam. Alhasil sering kali pemanfaatan teknologi menjadi “paradoks” yang semula untuk menyelesaikan persoalan justru menghasilkan persoalan baru.

Berangkat dari itu, buku panduan ini ditulis sebagai salah satu alat yang dapat digunakan oleh penyelenggara pemilu ataupun negara yang mulai memikirkan penggunaan teknologi dalam pemilu yang salah satunya ialah Indonesia. Sejak Pemilu 2014, teknologi pemilu mulai dimanfaatkan secara massif terutama open data pemilu. Meski demikian, sejak Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014 dan berbagai pemilu kepala daerah, teknologi pemilu sudah diterapkan dengan dua tujuan utama yakni tabulasi data dan transparansi proses pemilu oleh penyelenggara pemilu. Sejak buku panduan ini ditulis, E-Voting dan E-Rekapitulasi menjadi perbincangan hangat yang mulai diwacanakan untuk digunakan pada pemilu berikutnya di Indonesia. Selain memberikan beberapa panduan tahapan dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan bagi berbagai pihak, terutama penyelenggara pemilu yang mulai memikirkan penggunaan jenis teknologi pungut-hitung mana yang akan digunakan. Buku panduan ini memotret juga berbagai jenis teknologi pungut-hitung termasuk pengalaman-pengalaman dibanyak negara sebagai sebuah pembelajaran. Disamping itu, buku ini mencatat dengan baik berbagai jenis teknologi pemilu yang digunakan oleh Indonesia, sebagai bentuk pembelajaran dan pengalaman yang dapat dijadikan rujukan oleh banyak negara bahwa teknologi pemilu di Indonesia tidak hanya terbatas pada E-voting.

Contents

1. Tentang Teknologi Kepemiluan

2. Prinsip Pelaksanaan Teknologi Pungut Hitung

3. Bagaimana Mengadopsi Teknologi Pungut-Hitung

4. Pengalaman Indonesia Terapkan Teknologi Pemilu

5. Kesimpulan dan Rekomendasi

Referensi

Related Content

Jun
30
2020
Lazarus Chakwera, the new president of Malawi. Amos Gumulira/AFP via Getty Images.

Lazarus Chakwera, the new president of Malawi. Amos Gumulira/AFP via Getty Images.

Commentary
Jun
17
2020
Availability of Special Voting Arrangements in Europe, International IDEA, 2020. Researched and compiled by Anika Heinmaa.

Availability of Special Voting Arrangements in Europe, International IDEA, 2020. Researched and compiled by Anika Heinmaa.

News Article
Jun
16
2020
Working with CSOs and IT experts on Technology in Elections at NETGRIT office in Jakarta, Indonesia, 2 December 2019. Image credit: Adhy Aman, International IDEA

Working with CSOs and IT experts on Technology in Elections at NETGRIT office in Jakarta, Indonesia, 2 December 2019. Image credit: Adhy Aman, International IDEA.

News Article