Akuntabilitas Demokratis Dalam Pelayanan Publik

Panduan praktis untuk mengidentifikasi perbaikan melalui penilaian
546
This publication is only available in electronic format
Published: 
20 November 2015
Language: 
Bahasa Indonesia
Pages: 
107
ISBN: 
978-91-7671-027-2 (Print)
Author(s): 
Helena Bjuremalm, Alberto Fernández Gibaja, Jorge Valladares Molleda

Negara-negara dengan tingkat pelayanan public yang rendah cenderung memiliki satu kesamaan: mereka tidak memiliki sistem yg efektif dalam hal pemberian sangsi atau penghargaan.

Jadi, meskipun keberadaan demokrasi sering diasumsikan berarti mekanisme akuntabilitas bekerja dengan efektif, realitas yang ada di lapangan jauh lebih kompleks. Banyak sekali variabel yang mempengaruhi mutu pelayanan publik dan bagaimana mekanisme akuntabilitas bekerja.

Mekanisme-mekanisme itu bahkan kerap kali absen, lemah, atau diskriminatif terhadap identitas seseorang, orientasi seksual, umur, tingkat pendapatan, ketunaan fisik atau kekuasaan yangdimilikinya.

Buku panduan ini menyajikan metodologi penilaian untuk mengidentifikasi perbaikan dalam mekanisme akuntabiiltas yang demokratis. Kerangka kerja yang dibahas merupakan tambahan terkini dari berbagai kerangka kerja penilaian yang dipimpin warga yang dicakup oleh International IDEA, yaitu: “Keadaan Demokrasi” dan “Keadaan Demokrasi Setempat”.

Panduan ini berisi petunjuk bagi para pemakai dalam menilai apakah para penyelenggara pemerintahan dapat menunjukkan akuntabilitasnya dalam proses kebijakan mereka yang menyangkut pelayanan publik serta bagaimana merancang adanya perbaikan bagi berbagai mekanisme akuntabilitas tersebut.

Contents

1. Konsep Penilaian

2. Kerangka Kerja Penilaian

3. Proses, Tonggak Pencapaian dan Alur Kerja Penilaian

Tambahan

Related Content

Oct
02
2019
Image credit: International IDEA

Image credit: International IDEA

News Article
Jul
22
2019
Ethiopia's Prime Minister Abiy Ahmed. Image credit: Office of the Prime Minister-Ethiopia@flickr.

Ethiopia's Prime Minister Abiy Ahmed. Image credit: Office of the Prime Minister-Ethiopia@flickr. 

Commentary
Jul
12
2019
Image credit: International IDEA

Image credit: International IDEA

News Article